Pemerintah Kabupaten Balangan Gandeng ITS Mandiri dan Perusahaan dalam meningkatkan Kompetensi dan Kualifikasi Tenaga kerja untuk mengimplementasikan program Bupati Balangan terkait mengatasi pengangguran dan menekan angka pengangguran terbuka di Kabupaten Balangan.

Pemkab Balangan melalui Dinas Penanaman modal pelayanan terpadu satu pintu transmigrasi dan tenaga kerja (DPMPTSPTTK) telah melaksanakan berbagai macam program, diantaranya adalah Pelatihan Kerja, Sertifikasi dan juga Forum Group Discussion (FGD) dengan melibatkan stakeholder terkait.

Beberapa waktu yang lalu, DPMPTSPTTK Balangan laksanakan kegiatan FGD dengan tema ” peningkatan produktivitas dan optimalisasi penyerapan tenaga kerja lokal dengan kualifikasi dan kompetensi berstandar industri, Dunia usaha dan dunia kerja (IDUKA) untuk mengurangi angka pengangguran terbuka” yang dilaksanakan di Hotel Aston Tanjung.

Dalam kegiatan tersebut terlibat sebagai narasumber adalah dari Rektor dan Wakil Rektor III ITS Mandiri Balangan yang memaparkan tentang kualifikasi pendidikan serta relevansi kurikulum pendidikan dengan dunia kerja serta potensi kerjasama yang dapat diasistensi oleh perguruan tinggi.

Selain itu ada juga dari Kepala Bidang Pembinaan Pelatihan Kerja produktivitas dan hubungan industrial DPMPTSPTTK Balangan, Slametno memaparkan mengenai kompetensi yang memungkinkan dapat dikembangkan di Kabupaten Balangan.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh K3S Kecamatan Batumandi, dan Korwil Kepala Sekolah Kecamatan Batumandi, serta 20 Perusahaan yang beroperasi serta dan berdomisili di Kabupaten Balangan seperti PT Adaro Indonesia, Balangan Coal, SIS SERA, PT. CBML, PT Trakindo, PT AWP, PT. KJP dan lainnya.

Kepala DPMPTSPTTK Kabupaten Balangan, Akhriani menyampaikan, kegiatan ini merupakan amanat dari Bupati Balangan H Abdul Hadi dalam rangka menurunkan angka pengangguran terbuka di Kabupaten Balangan.

“Kegiatan ini merupakan tindaklanjut peran serta DPMPTSPTTK Kabupaten Balangan dalam mendukung program Bupati Balangan di sisi ketenagakerjaan, terutama dalam hal angka pengangguran terbuka, meskipun saat ini Kabupaten Balangan merupakan daerah yang memiliki angka terendah terkait pengangguran, itu dikarenakan jumlah penduduk yang ada di Kabupaten Balangan tidak sebanyak Kabupaten-kabupaten lainnya,”ucap Akhriani.

Ia juga menambahkan, dengan hadirnya perusahaan-perusahaan dan stakeholder terkait di kegiatan ini, tentunya akan mendapat gambaran dan masukan terkait bagaimana mempersiapkan diri di dunia kerja berdasarkan kualifikasi dan kompetensi yang harus dimiliki.

Sementara itu Slametno, dalam paparannya menyampaikan terkait pengembangan dan kompetensi apa saja yang telah dilakukan dan akan direncanakan oleh Pemkab Balangan melalui DPMPTSPTTK Balangan.

“Kami telah melaksanakan beberapa pelatihan yang kiranya relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini, namun tentunya kami juga perlu menerima masukan dari pimpinan perusahaan ataupun perwakilan yang berhadir pada kegiatan hari ini, agar dapat kami anggarkan dan realisasikan program-program tersebut nantinya,”papar Slametno.

Pada kesempatan berbeda, Abdul Hamid selaku Rektor ITS Mandiri, dan Desak Putu Butsi selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswan kerjasama dan Alumni memaparkan mengenai standarisasi kurikulum salah satunya adalah menggunakan Outcome Base Education (OBE) atau berorientasi dengan dunia industri dan dunia kerja, serta potensi kerjasama seperti pelatihan, permagangan dan penempatan kerja dalam hal pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Pasca pemaparan dari para pemateri, diadakan diskusi yang merupakan agenda utama kegiatan ini, para perwakilan perusahaan banyak memberikan masukan dalam hal peningkatan soft skill, psikotest dan kondisi kesehatan calon pekerja yang terkadang menjadi hal pengganjal mereka tidak diterima bekerja di perusahaan. Karena perusahaan juga memiliki standarisasi yang harus dipenuhi.

Mewakili kepala Dinas seraya menutup kegiatan, Slametno menyatakan harapannya serta tindaklanjut dari apa yang menjadi masukan perusahaan baik untuk menurunkan angka pengangguran terbuka ataupun menyiapkan masyarakat Balangan yang sesuai dengan standarisasi yang ditentukan berdasarkan kualifikasi dan kompetensi yang ada.

“Harapannya dengan adanya kegiatan ini menjadi momentum dalam menurunkan angka pengangguran bekerjasama dengan stakeholder yang ada seperti perguruan tinggi, perusahaan-perusahaan dan lainnya, tentunya juga tindaklanjut dari kegiatan ini adalah menyiapkan masyarakat balangan yang siap kerja sesuai kualifikasi dan kompetensi yang dibutuhkan oleh industri, dunia usaha dan dunia kerja di Kabupaten Balangan dan sekitarnya”,pungkasnya.